Meidi Rendi Kalengkian

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Sunday, 28 October 2012

Manfaat Positif dan Negatif Internet

Posted on 10:52 by Unknown
            Saya akan menjelaskan manfaat positif dan negatif dari internet yang saya rasakan secara individual dalam kehidupan saya sehari-hari sebagai mahasiswa serta makhluk sosial yang berinteraksi dengan memanfaatkan internet sebagai alat berkomunikasi.secara tidak langsung.
Baiklah tanpa berlama-lama saya akan menjelaskan manfaat positif dan negatif dari internet yang saya rasakan.

Selamat membaca,

Sebagai mahasiswa internet sangat bermanfaat, ditinjau dari segi positif dan negatif.

Positif:
  • Mendapatkan informasi mengenai perkuliahan dengan meng-akses situs resmi universitas.
  • Memudahkan para mahasiswa untuk meng-upload tugas yang diberikan dosen melalui email atau situs universitas yang ditentukan.
  • Dapat men-download materi matakuliah tertentu yang disediakan melalui situs universitas.
  • Dapat saling memberi dan menerima tugas matakuliah dengan teman melalui email.
  • Mem-posting tugas atau artikel yang berhubungan dengan tugas perkuliahan melalui blog pribadi.
  • Mencari bahan materi tugas kuliah melalui google atau Wikipedia.
  • Dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dosen mata kuliah memalui email.
  • Dapat memanfaatkan layanan e-book (elektronik book).
  • Mahasiswa juga dapat memanfaatkan layanan aplikasi online untuk men-translate berbagai macam bahasa. Seperti goole translate

Negatif:
  • Saat akan mendapatkan informasi mengenai perkuliahan dengan meng-akses situs resmi universitas, terkadang sever pada situs tersebut mengalami gangguan koneksi sehingga bagi para mahasiswa belum dapat seketika mendapatkan informasi yang diinginkan.
  • Saat meng-upload  tugas yang diberikan dosen melalui email atau situs universitas yang ditentukan. Terkadang bila terjadi error pada situs atau email tersebut tugas yang telah mahasiswa upload tidak masuk dalam situs atau email tersebut.
  • Saat akan men-download materi matakuliah tertentu yang disediakan melalui situs universitas, terkadang file yang didownload dapat failed.
  • Terkadang bila kita mengirim email tentang tugas kepada teman, file yang kita terkirim dapat terjadi pending files, sehingga tidak langsung dapat diterima kepada teman.
  • Saat mem-posting tugas atau artikel yang berhubungan dengan tugas perkuliahan melalui blog pribadi. Ada kemungkinan tugas atau artikel yang telah kita posting dalam blog di plagiat oleh pengunjung blog kita atau orang lain.
  • Jika Mencari bahan materi tugas kuliah melalui google atau Wikipedia, informasi yang didapat tidak semuanya akurat atau tepat.
  • Jika berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dosen mata kuliah memalui email, terkadang tidak langsung mendapat respon seketika sehingga membutuhkan waktu pada saat memulai percakapan.
  • Saat memanfaatkan layanan aplikasi online untuk men-translet berbagai macam bahasa. Hasil terjemahan bahasanya kurang akurat.

Sebagai makhluk sosial  internet sangat bermanfaat, ditinjau dari segi positif dan negatif.

Positif:
  • Kita dapat berkomunikasi antar keluarga, teman maupun kolega melalui situs jejaring sosial.
  • Kita juga dapat memanfaatkan layanan chating dari situs jejaring sosial tersebut.
  • Kita juga dapat berkomunikasi secara audio dan visual dengan menggunakan skype atau video call
  • Kita juga dapat men-share lokasi dimana kita berada melalui situs tertentu, seperti foursquare.
  • Kita juga dapat mencari alamat atau mengetahui jalan dengan menggunakan applikasi online. Seperti google map
  • Dapat mendownload video yang kita inginkan atau menyaksikan streaming video dapa situ layanan tertentu.
  • Mendapatkan berbagai informasi yang kita inginkan melalui search engine dalam situs tertentu.
  • Dapat memanfaatkan layanan email dalam kategori pembahasan apaun dan, terhadap siapapun.
  • Dapat meng-upload foto atau video pada situ tertentu.
  • Dapat meng-unggah berbagai macam file. Seperti lagu atau aplikasi maupun games.
  • Dapat bermain game secara online. 
 
Negatif:
  • Apapun layanan untuk berkomunikasi yang digunakan saat  akses koneksi bermasalah komunikasi yang kita lakukan akan tidak membuat komunikasi menjadi nyaman dan lancar.
  • Saat mencari alamat atau mengetahui jalan dengan menggunakan applikasi online. Terkadang ada beberapa alamat yang ingin kita ketahui tidak terditeksi.
  • Saat streaming atau meng-nggah video atau lagu yang kita inginkan juga terkadang membutuhkan waktu yang tidak instan, ini tergantung seberapa cepat koneksi internet yang tersedia.
  • Bila server situs tersebut terdapat gangguan atau koneksi akses internet terdapat gangguan , maka jika saat kita meng-up load video atau foto tidak sering dapat gagal dan tidak langsung berhasil.
  • Jika terlalu sering menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari dan sudah kecanduan internet kita dapat mengabaikan aktifas seperti makan, tidur, berkomunikasi face to face dengan orang yang ada didekat kita.
Read More
Posted in | No comments

Sunday, 21 October 2012

Kelompok kerja virtual

Posted on 13:51 by Unknown


Berikut ini saya akan mengulas kembali tentang kelompok kerja virtual, tentunya pasti kita ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan kelompok kerja virtual.
Baiklah tampa panjang lebar mari kita mulai membahas tentang kelompok kerja virtual berikut;

Selamat membaca,

Kelompok kerja virtual adalah sebuah "ruang kerja" yang berlokasi di dunia internet, di mana seorang individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan untuk melaksanakan bisnis profesional atau pribadi tanpa memiliki "fisik" lokasi usaha. Kelompok kerja virtual merupakan sebuah bentuk aplikasi layanan perkantoran dalam format virtual yang bekerja secara online. Pengaturan operasional dan fungsional suatu Kelompok kerja virtual memungkinkan pemilik bisnis dan karyawan untuk bekerja dari lokasi di manapun dengan menggunakan teknologi komputer seperti PC, laptop, ponsel dan akses internet.
Kelompok kerja virtual  menggunakan teknologi komputer guna menghubungkan orang-orang yang terpisah secara fisik guna mencapai sasaran bersama.Teknik tersebut memungkinkan orang saling bekerjasama lewat metode online, kendati mereka dipisahkan yuridiksi negara bahkan benua.
Kelompok kerja virtual dapat melakukan lebih banyak hal ketimbang kelompok kerja lainnya, terutama dalam hal berbagi informasi, pembuatan keputusan, dan perampungan pekerjaan. Mereka terdiri atas para anggota dari organisasi yang sama ataupun hubungan anggota organ dengan para pekerja dari organisasi lain semisal supplier ataupun partner perusahaan.

Terdapat 3 faktor utama yang membedakan Tim Virtual dengan tim-tim lain yang face-to-face, yaitu :
1.         Ketiadaan komunikasi lisan-fisik;
2.         terbatasnya konteks sosial, dan
3.         kemampuan mengatasi masalah waktu dan hambatan tempat. Dalam komunikasi face-to
face, orang menggunakan paraverbal seperti nada suara, intonasi, dan volume suara serta nonverbal seperti gerak mata, roman muka, gerak tangan, dan bahasa tubuh lainnya. Keduanya semakin menjelaskan komunikasi, tetapi kini hal-hal tersebut nihil di dalam Tim Virtual. Tim Virtual menderita kekuarangan laporan sosial yang manusiawi akibat interaksi langsung yang kecil diantara para anggotanya.

            Robbins mencontohkan, perusahaan seperti Hewlett-Packard, Boeing, Ford, VeriFone, dan Royal Dutch/Shell menjadi pengguna utama Tim Virtual ini. VeriFone, contoh Robbins lebih lanjut, adalah perusahaan perakit mesin pembaca informasi kartu kredit, di mana penggunaan Tim Virtual-nya memungkinkan 3000 karyawannya, yang berlokasi di seluruh penjuru dunia, untuk kerja bersama mendesain proyek, merencanakan pemasaran, dan membuat presentasi penjualan. Lebih jauh, wakil presiden VeriFone menyatakan “Kami tidak memindahkan orang. Jika seseorang nikmat tinggal di Colorado dan bisa melakukan pekerjaan dari sana”.

Tujuan
Kelompok kerja virtual timbul sebagai upaya untuk mewujudkan efisiensi kerja yang berujung pada penekanan biaya (cost reduction) yang salah satunya adalah pengurangan penggunaan lingkungan kantor secara fisik. Sebuah kantor virtual dapat memberikan penghematan yang signifikan dan fleksibilitas dibandingkan dengan menyewa ruang kantor tradisional. Kelompok kerja virtual merupakan implementasi dari upaya otomasi perkantoran (office automation) yang bertujuan membantu pemilik atau karyawan perusahaan untuk meningkatkan produktifitas kerja. Keberadaan kantor virtual seorang pemilik atau karyawan persahaan dapat “datang” ke kantor secara cepatyang sebetulnya, kedatangan dan kepergian tersebut berlangsung secara virtual yang tidak secara fisik datang dan hadir di lingkungan kantor.

Infrastruktur
Mewujudkan suatu Kelompok kerja virtual berarti mempersiapkan infrastruktur otomasi perkantoran, melakukan definisi ulang (redefine) proses kerja kantor, serta mempersiapkan kondisi karyawan untuk bekerja melalui konsep kantor virtual. Definisi ulang proses kerja dan persiapan kondisi karyawan tentunya akan melibatkan proses manajemen yang cukup kompleks, terlebih bagi perusahaan yang selama ini beroperasi dengan cara tradisional. Sedangkan infrastruktur otomasi perkantoran, meskipun tetap melibatkan proses manajemen, lebih sering dipandang dari segi teknis integrasinya. Infrastruktur otomasi perkantoran dapat tersusun atas tiga jenis aplikasi berikut ini:
  1. Aplikasi perkantoran, meliputi pengolah kata, pengolah tabel, pengolah slide presentasi.
  2. Aplikasi komunikasi, termasuk e-mail, messaging, voice-mail, telefon, fax, address book, dll.
  3. Aplikasi kolaborasi, yang berisi aplikasi manajemen proyek, kalender elektronik, forum diskusi, aplikasi konferensi dll.

Perkembangan
Aplikasi komersial pertama dari kelompok kerja virtual terjadi pada tahun 1994, ketika Ralph Gregory mendirikan "Virtual Office, Inc", di Boulder, Colorado. Perusahaan ini diperluas di seluruh Amerika Utara dan sekarang dikenal sebagai "Intelligent Office".

Kini dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan kelompok kerja virtual, memudahkan individu untuk mengembangkan usahanya tanpa harus memikirkan infratruktur otomasi perkantoran. Beberapa perusahaan kantor virtual telah menyediakan layanan dan bantuan yang terkait dengan kantor fisik, seperti alamat kantor yang bergengsi, layanan menjawab telepon profesional dan menyewakan ruang kantor dan ruang pertemuan, dan lain-lain.

Kelompok kerja virtual saat ini bukan hanya sebagai pemanfaatan ”ruang kerja” di dunia maya, tetapi juga merupakan aplikasi lengkap termasuk komunikasi profesional.

Layanan komunikasi kelompok kerja virtual

  • Resepsionis Jarak Jauh. Sebuah tim pekerja kantor virtual bekerja menggunakan teknologi Telepon Integrasi dengan perangkat lunak Komputer untuk menggantikan resepsionis tradisional.
  • Asisten Virtual. Sebuah asisten virtual sering kali merupakan sekretaris bagi yang bekerja dari rumah, yang jarang bertemu atau bertatap muka dengan klien.
  • Layanan Jawab / call center beroperasi dari lokasi terpusat untuk tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Layanan telepon kantor virtual menjembatani kesenjangan antara Anda dan klien.
  • Kotak suara adalah teknologi yang menyimpan pesan suara elektronik.
  • Gedung Kantor Virtual - kantor virtual memberi Anda untuk memiliki kantor nyata di kota pilihan Anda, agar dapat digunakan untuk bertatap muka, rapat, pertemuan dengan karyawan lain atau relasi.

Layanan Ruang kelompok kerja virtual
  • Alamat Profesional - Sebuah bangunan bergengsi untuk digunakan sebagai alamat bisnis.
  • Alamat surat - Alamat profesional dapat digunakan untuk menerima, mengirim surat tanpa konotasi dari sebuah PO Box.
  • Resepsionis – Tenaga Resepsionis sebagai ”wakil” untuk menerima dan menandatangani paket atau dokumen.
  • Bisnis Meeting Space - Penggunaan ruang pertemuan sesuai dengan permintaan (per jam, harian atau mingguan) untuk melakukan pertemuan atau rapat.
  • Sebuah kantor layanan lengkap virtual akan menyediakan internet broadband, fax, fotokopi, printer, fitur telepon tingkat lanjut, conference call, video conferencing, lobi / ruang tunggu dan dapur.
  • Live Resepsionis Virtual - Sebuah layanan menjawab virtual adalah sebuah sistem otomatis dengan resepsionis virtual hidup. Ini jenis layanan dapat dinikmati tanpa membeli peralatan mahal.

Pengguna umum kelompok kerja virtual:
  • Home Industri barang/jasa
  • Akuntan
  • Pengacara
  • Hukum Perusahaan
  • Toko online
  • Dokter / Terapis
  • Bisnis konsultan
  • Mediator / resolusi konflik
  • Kamar Dagang
  • Senior manajemen
  • Real estat
  • Perusahaan hipotek
  • Broker Saham / perencana keuangan
  • Koleksi lembaga
  • Jaringan kelompok
  • Pelatih / instruktur
  • Inkubator

Artikel diatas menjelaskan bahwa kelompok kerja virtual sangatlah efisen jika dipakai dalam dunia bisnis atau pekerjaan sehari dalam dunia industri maupun organiosasi.


Sumber;
http://id.wikipedia.org/wiki/Kantor_virtual
http://setabasri01.blogspot.com/2011/01/kelompok-dan-tim-dalam-organisasi.html

Read More
Posted in | No comments

Polaritas Kelompok

Posted on 13:43 by Unknown


Berikut ini saya akan mengulas kembali tentang polarisasi kelompok, tentunya kita ingin mengetahui pengertian dari polarisasi kelompok
Baiklah kita mulai pembahasan tentang polarisasi kelompok memalui artikel berikut;

Selamat membaca,


Polarisasi Kelompok adalah  intensifikasi dari suatu pre-existing awal kelompok pilihan ( Baron et al. 1992 : 73). Efek polarisasi menyinggung pada rata-rata score individu sebelum dan setelah diskusi kelompok. Anggota kelompok paling ekstrim, mungkin sekali , sudah menjadi lebih moderat setelah diskusi itu. Tetapi pada rata-rata pertimbangan atau pilihan sudah menjadi yang lebih ekstrim.
Polarisasi kelompok terjadi ketika adanya pergeseran dalam pengambilan resiko antara keputusan individu dan kelompok atau ketika posisi pradiskusi awal anggota kelompok dapat mempengaruhi diskusi kelompok selanjutnya dalam pembuatan keputusan (Isenberg, 1986). Sejumlah teori telah dikembangkan untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin mempengaruhi keputusan kelompok. Wallach et al. dalam Rutledge dan Harrell (1994) mengembangkan diffusion of responsibility theory yang menyatakan bahwa pergeseran keputusan terjadi karena tidak ada seorangpun yang bertanggung jawab atas keputusan kelompok.
Polarisasi kelompok dapat terjadi juga karena perbandingan sosial, yaitu menilai pendapat dan kemampuan seseorang dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain (Festinger,1954).

Satu pandangan awal adalah untuk melihatnya sebagai artefak statistik, yaitu: ketika kita sudah melihat lebih awal, jika anggota group ditarik secara acak dari suatu populasi dan kemudian didapat 70 persen mempunyai suatu pilihan tertentu, maka lebih dari 70 persen dari keputusan kelompok akan mencerminkan pilihan itu (dengan assumsi aturan mayoritas). Bagaimanapun, pembuatan keputusan kelompok bukanlah suatu unsur yang penting dalam prosedur yang mengerucut ke arah polarisasi; suatu periode diskusi yang ringkas yang diikuti oleh tanggapan individu akan menghasilkan pula suatu pergeseran didalam kelompok rata-rata ( Myers dan Lamm, 1976). Hal ini berarti suatu pergeseran didalam pilihan individu terjadi sebagai hasil proses kelompok.
Penjelasan yang lebih tepat didasarkan pada proses informasi dan berdasarkan norma pengaruh dibahas dalam konteks penyesuaian. Sejauh sesuatu yang informasional mempengaruhi, ’jumlah yang lebih besar’ dari argumentasi dan fakta yang dikemukakan selama diskusi maka kelompok akan mendukung ‘kecenderungan awal’ para anggota kelompok. Ini mengkonfirmasikan anggota kelompok didalam pendapat mereka. Fakta bahwa informasi yang konsisten dengan kepercayaan utama seseorang lebih mungkin dicatat dan diambil dengan serius juga berperan untuk perwujudan ini ( Ferrell, 1985; Myers dan Lamm, 1976).
Pengaruh berdasarkan norma menuntun ke arah polarisasi melalui milik anggota kelompok yang berhubungan dengan self-perception dan self-presentation yang dikehendaki. Hal-hal dimana dirasa anggota kelompok lain mempunyai arah pendapat yang lebih ekstrim dari kecenderungan mereka sendiri, maka secara sosial lebih diinginkan dibanding anggota kelompok dengan kecenderungan berbeda.
Suatu komunikator ekstrim dari suatu pendapat yang dapat diperbandingkan ke posisi diri sendiri dirasakan sebagai yang lebih berkompeten dan polos dibanding suatu komunikator moderat ( Myers dan Lamm, 1976). Keinginan untuk diterima oleh anggota kelompok yang lebih ekstrim, dan kecenderungan untuk merasa dan menyajikan dirinya sebagai anggota dari suatu dengan baik dirasa ’ didalam-kelompok’ keduanya berperan untuk efek polarisasi. Efek ini diperkuat oleh komitmen lisan bagi suatu posisi yang dinyatakan lebih dahulu didalam diskusi kelompok: setelah itu suatu perubahan posisi didalam arah kecenderungan awal ( yaitu. polarisasi) adalah lebih mudah dilaksanakan dibanding suatu perubahan dalam arah kebalikannya ( Ferrell, 1985; Myers dan Lamm, 1976). Kedua format pengaruh tersebut adalah penting. Kepentingan relatifnya ( mengenai polarisasi seperti halnya untuk penyesuaian) tergantung pada jenis interaksi dan jenis tugas. Jika interaksi didalam kelompok sebagian besar merupakan socio-emotional yang alamiah, maka pengaruh berdasarkan norma menjadi lebih penting. Tugas dalam mengarahkan interaksi menjadi lebih betul-betul dihubungkan dengan pengaruh dan bujukan informasionil. Sejauh tentang jenis tugas terkait, didalam tugas-tugas judgemental pengaruh berdasarkan norma relatif lebih penting, dan didalam tugas intellective lebih berpengaruh dalam informasi ( Kaplan, 1987).
            Manfaat dari polarisasi pendapat kelompok adalah memperkuat pandangan rata-rata kelompok sehingga tidak memecah-mecah pandangan kelompok ( Moscovici & Zavalloni, 1969)

Artikel diatas adalah ulasan tentang bagaimana polaritas kelompok dapat terjadi, serta manfaat dari polaritas kelompok


Sumber;
http://nemu.wordpress.com/2009/11/27/polarisasi-kelompok/
http://nemu.wordpress.com/2009/11/26/pergeseran-yang-penuh-resiko-dan-polarisasi-kelompok/
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&ved=0CEAQFjAG&url=http%3A%2F%2Fjurnals.files.wordpress.com%2F2012%2F06%2Fnaskah_02_100-kom-d.doc&ei=2EiEUIHWDcjTrQeyxICACg&usg=AFQjCNH3P5R_-0Kb8ysNzLPpPHjA8HFBGQ
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fpsikologi09.blog.mercubuana.ac.id%2Ffiles%2F2011%2F06%2FKelompok-III-Kelompok-dan-Individu.ppt&ei=CU6EUNj-EcbRrQfVrYDICA&usg=AFQjCNFAym9ltdFB3xEaYn-GDU-jB7GvlA


Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

Blog Archive

  • ►  2013 (18)
    • ►  November (10)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
  • ▼  2012 (17)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (7)
      • Manfaat Positif dan Negatif Internet
      • Kelompok kerja virtual
      • Polaritas Kelompok
      • Komunitas Online
      • Internet Addiction (Kecanduan Internet)
      • Dampak Positif dan Dampak Negatif Internet
      • Mengapa Manusia Membutuhkan atau Tidak Membutukan ...
    • ►  September (8)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile