Baiklah tampa panjang lebar mari kita mulai membahas tentang mengapa manusia memburuhkan atau tidak membutuhkan internet berikut;
Selamat membaca,
1. Mengapa Manusia Membutuhkan Internet?.
Latar belakang manusia membutuhkan internet karena Internet berkembang sangat pesat karena berbagai macam fasilitas yang ada di dalamnya. Fasilitas-fasilitas internet memiliki beberapa tujuan yaitu :
- Sebagai media melakukan transfer file. Transfer file yang dimaksud adalah untuk melakukan akses pada server lain yang jaraknya jauh, baik secara anonymous FTP (File Transfer Protocol) maupun yang bukan anonymous FTP.
- Sebagai sarana mengirim surat (email)
- Sebagai surat pembelajaran dan pendidikan
- Sebagai sarana untuk penjualan atau pemasaran
- Melakukan mailing list, newsgroup, dan konferensi mailing list atau newsgroup digunakan untuk melakukan diskusi online dalam sebuah forum tertentu untuk membahas permasalahan tertentu bagi netter (pengguna internet) yang memiliki masalah dan topic yang sama.
- Chating adalah sarana internet yang digunakan untuk berkomunikasi langsung melalui tulisan ataupun lisan.
- Mesin pencari (search engine). Mesin pencari (search engine) merupakan fasilitas yang disediakan oleh situs-situs tertentu untuk mempermudah pencarian atau pelacakan informasi yang kita butuhkan secara cepat.
- Untuk mengirim SMS ke telepon seluler
- Sarana entertainment dan permainan
- Berbagi pakai file
- Menyimpan file multimedia seperti, audio, foto, dokumen, maupun video
- Menjalin persahabatan / mencari teman baik local maupun mancanegara dengan situs jejaring sosial. Menyalurkan ide kreatif ide melalui blogging
Dengan terciptanya internet membuat sarana pendidikan saat ini didapat dengan mudah seperti kursus online, E-lereaning dll.Di dalam internet kita dapat memperoleh sesuatu dengan mudah seperti mencari referensi tugas, membaca-baca artikel pelajaran. Dan tentunya kita dapat syaring antara pelajar yang lain. Tak sedikit lembaga-lembaga yang menyediakan informasi-informasi kepada siswanya dalam bentuk website sehingga para siswa dapat memperoleh informasi di manapun ia berada. Ada juga yang tak sebatas informasi, tapi membelajaran online dimana seorang siswa yang sudah terdaftar di sekolahan tersebut dapat mengikuti pelajaran walaupun ia sedang berada di rumah sakit atau di dalam rumah. Tak hanya lembaga-lembaga pendidikan saja yang menggunakan media internet sebagai pembelajaranya. Kementrianpun menggunakan media internet untuk menginformasikan sebuah atau beberapa pengumuman penting dalam dunia pendidikan.
2. Mengapa Manusia Tidak Membutuhkan Internet?.
Latar belakang manusia tidak membutuhkan internet karena kelemahan internet sebagai media belajar, dewasa ini kehidupan kita semakin intim dengan internet. dan kini internet dijadikan juga sebagai salah satu media pendukung kegiatan belajar. internet memang memiliki kelebihan dalam mendukung proses belajar, namun juga memiliki kelemahan. berikut ini adalah kelemahan-kelemahan internet:
- Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya kita butuhkan. salah seorang dosen di perguruan tinggi negri pernah berkelakar bahwa informasi yang tersedia di internet itu kebanyakan adalah sampah.
- Internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link menuju situs tertentu yang terkadang membuat kita menggoda untuk mengkliknya yang justeru membuat pencarian informasi kita terbengkalai dan lepas kendali.
- Salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui email maupun melalui file-file yang kita unduh.
- Internet memiliki ketergantungan pada jaringan telepon dan ISP yang berdampak pada kecepatan akses dan biaya pemakaian
- Salah satu persoalan dalam riset lewat internet adalah sulitnya mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang, termasuk yang bukan target respon, bisa mengisi kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi. Belum lagi -adanya kenyataan bahwa setiap orang bisa memiliki sejumlah alamat e-mail berbeda dan belum tentu menggunakan identitas asli. Semua ini membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam menentukan sampling dan cara responden memberikanjawaban.
- Karakteristik demografis pemakai Internet Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Internet lebih efektif untuk menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian Internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampeinya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah.
- Clutter dan “never-ending search” Informasi yang tersedia di Internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa diibaratkan mencari jarum dalam jerami, sehingga sang peneliti ‘terjerumus’ ke dalam belantara informasi tanpa ujung. Ini sering membuat peneliti pemula di Internet mengalami frustrasi, karena bukannya mendapatkan informasi, tetapi justru menghabiskan waktu dan uang untuk pencarian yang tak tentu arah. Selain itu, godaan di Internet relatif amat besar, terutama bagi mereka yang suka menelusuri situs-situs pornografi, yang ujung-ujungnya membuat pencarian informasi menjadi tidak efektif dan lepas kendali.
- Reliabilitas dan validitas sumber acuan hasil riset Setiap orang bebas membuka homepage sendiri dan menampilkan berbagai informasi di sana. Implikasinya, tidak semua data dan informasi yang didapatkan lewat Internet andal dan valid untuk dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu, sumber informasi di Internet mudah berubah, misainya homepage yang telah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, peneliti harus selalu mencermati perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.
3. Pengkajian Melalui Pendekatan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow.
Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya. Kebutuhan dasar Maslow adalah sebagai berikut, Teori Kebutuhan Maslow;
- Kebutuhan Fisiologis. Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan.
- Kebutuhan Keamanan. Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.
- Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan. Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.
- Kebutuhan Esteem. Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.
- Kebutuhan Aktualisasi Diri. Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Teori kebutuhan maslow dapat menjadi landasan untuk menjelaskan mengapa manusia membutuhkan atau tidak membutuhkan internet.
- Kebutuhan Fisiologis. Untuk beberapa manusia yang memiliki tingkat kebutuhan ekonomi menengah kebawah dapat diperkirakan internet bukanlah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam hidupnya. Makan, minum dan kebutuhan mendasar lainnyalah yang dijadikan prioritas utama dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan untuk beberapa manusia yang memiliki tingkat kebutuhan ekonomi menengah sampai menengah keatas yang sudah tercukupi kebutuhan mendasarnya, mereka akan memenuhi kebutuhan lainnya salah satunya seperti internet dalam kehidupan sehari-harinya.
- Kebutuhan Keamanan. Dalam jaringan internet keamanan adalah salah satu hal yang dikhawatirkan segi keamanannya dalam hal serangan virus dan hacking ini sangan meresahkan bagi pengguna internet, sehingga ada beberapa pengguna internet tisdak lagi menggunakan internet karna takut terulang kembali terkena hack atau terkena virus dalam internet.
- Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan. Beberpa manusia membutuhkan internet untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan dari lingkungan sosial, namun ada beberapa manusia yang tidak membutuhka internet untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan karna mereka tidak merasa kesepian atau terasingkan dari lingkungan nyata/pergaulannnya.
- Kebutuhan Esteem. Beberapa manusia membutuhkan internet hanya karna ingin dihargai oleh lingkungan atau pergaulannya agar tidak dibilang kuper (kurang pergaulan) atau gaptek (gagap teknologi) untuk tujuan itulah mereka menggunakan internet sebagai sarana pergaulan dan agar dapat dihargai oleh lingkungan atau kelompok dimana mereka bergaul
- Kebutuhan Aktualisasi Diri. Beberapa manusia membutuhkan internet sebagai aktualisasi diri mereka dalam dunia internet, misalnya beberapa pembuat WAB Programer yang menggunakan internet bukan lagi sebagai pergaulan semata dan beberapa orang pembuat jaringan dalam internet.
Artikel diatas memberi pengertian bahwa teori Kebutuhan Abraham Maslow dapat menjelaskan bahwa mengapa manusia membutuhkan atau tidak membutuhkan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber:
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2069552-fungsi-internet/#ixzz28bAEpHzu
http://www.kampus-info.com/2012/05/fungsi-internet-dalam-bidang-pendidikan.html
http://ramadhanerdi.wordpress.com/2009/08/30/keunggulan-dan-kelemahan-internet/
http://belajarpsikologi.com/teori-hierarki-kebutuhan-maslow/
0 comments:
Post a Comment