Meidi Rendi Kalengkian

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Sunday, 25 November 2012

Final Softskill

Posted on 15:37 by Unknown


Penelitian Psikologi dan Internet.

  • Publikasi Online.

Online publication usually refers to publishing content on either: *The World Wide Web * The Internet in general. Kegiatan publikasi online mempunyai makna menerbitkan berita atau pesan dalam bentukelektronik ke World Wide Web, kegiatan ini tidak jauh berbeda denganmedia relation, yaitu memanfaatkan majalah elektronik sebagai saranauntuk menyebarkan informasi tentang produk-produk perusahaan ezine dapat dikirim lewat e-mail ataupun yang berbasis webEzine menggunakan e-mail biasanya dikirimkan ke alamat e-mail konsumendalam bentuk teks ataupun HTML, sedangkan ezine berbasis web dimuat  dalam bentuk halaman-halaman di website. Cara membacanya ialahpenerima e-mail dikirimi hyperlink melalui e-mail dan jika diklik hyperlinktersebut akan menghubungkan ezine tersebut.


  • Etika dalam Penelitian dengan bantuan internet.

Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnyadilakukan dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:
a. Kejujuran.
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaanmetode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan ataukegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaimpekerjaan yang bukan pekerjaan Anda sebagai pekerjaan Anda.
b. Obyektivitas.
Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis daninterpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruhpemberi dana/sponsor penelitian.
c. Integritas.
Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulus, upayakanselalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan.
d. Ketelitian.
Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian; secara teratur catatpekerjaan yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di manapengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnalatau agen publikasi lainnya.
e. Keterbukaan.
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangangunakan data, metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi..
g. Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden).
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau datalain yang oleh responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjagakerahasiaan data tersebut.
h. Publikasi yang terpercaya.
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke pelbagaimedia (jurnal, seminar).
i. Pembinaan yang konstruktif.
Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa/penelitipemula. Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitianyang berkualits.
j. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja.
Hargai dan perlakukan rekan penelitian Anda dengan semestinya. Bila penelitiandilakukan oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusiterbesar ditetapkan sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lainmenjadi penulis kedua (co-author(s)). Urutan menunjukkan besarnya kontribusianggota tim dalam penelitian.
k. Tanggung Jawab Sosial.
Upayakan penelitian Anda berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkantaraf hidup, memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat.Anda juga bertanggung jawab melakukan pendampingan nagi masyarakat yangingin mengaplikasikan hasil penelitian Anda
l. Tidak melakukan Diskriminasi.
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswakarena alasan jenis kelamin, ras, suku, dan faktor-faktor lain yang sama sekalitidak ada hubungannya dengan kompetensi dan integritas ilmiah.
m. Kompetensi.
Tingkatkan kemampuan dan keahlian meneliti melalui pendidikan danpembelajaran seumur hidup; secara bertahap tingkatkan kompetensi Anda sampaitaraf Pakar.
n. Legalitas.
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah yang terkaitdengan penelitian Anda.
o. Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik.
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancangsebaik mungkin, tidak dengan gegabah melakukan sembarang perlakuan padahewan percobaan.
p. Mengutamakan keselamatan Manusia
Bila harus mengunakan manusia untuk menguji penelitian, maka penelitian harusdirancang dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan;hormati harkat kemanusiaan, privasi dan hak obyek penelitian Anda tersebut;siapkan pencegahan dan pengobatan bila sampel Anda menderita efek negatif penelitian.


  • Penelitian yang mengambil tema internet.

Main game sebenarnya bermanfaat atau tidak? Kita sering mendengar efek efek negatif dari main game, seperti sekolah atau kerjaan terbengkalai, pelajaran tertinggal dan sebagainya. Lalu pertanyaannya muncul, apakah ada manfaat dari main game itu?
Di tengah perdebatan pengaruh buruk yang ditimbulkan dari game, ada juga yang melakukan penelitian tentang manfaat yang didapat oleh gamer dari sebuah video game.
Beberapa peneliti dari University of Rochester di New York, Amerika melakukan riset mengenai pengaruh positif dari bermain game. Dalam riset tersebut, para gamers usia antara 18 hingga 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok.Yang pertama, adalah gamer yang dilatih dengan game Medal of Honor (Sebuah game FPS yang cukup terkenal). Mereka main game ini satu jam tiap hari selama sepuluh hari berturut-turut. Hasil penelitian menyebutkan bahwa para pemain game ini memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang jarang main game, apalagi yang tidak main sama sekali. Gamer-gamer ini juga mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama atau multitasking bahasa kerennya. “Video game bergenre action itu menguntungkan, dan ini adalah fakta” kata Daphne Bavelier, ahli syaraf dari Rochester. “Hasil penelitian kami ini juga sangat mengejutkan karena proses belajar lewat main game ternyata cepat diserap seseorang. Dengan kata lain, game dapat membantu melatih orang orang yang memiliki problem dalam berkonsentrasi" tegas Bavelier. Sementara itu, penelitian untuk kelompok kedua adalah kelompok gamer yang dilatih dengan Tetris. Tak seperti gamer medal of honor, gamer Tetris hanya berfokus pada satu hal pada satu waktu. Menurut C. Shawn, rekan Bavelier, kesimpulan dari test ini adalah bahwa mereka yang main Medal of Honor mengalami peningkatan dalam visual skill (atau penglihatan). Bermacam-macam tugas/quest yang terdapat dalam game action (misalnya mendeteksi musuh baru, melacak musuh, menghindari serangan, dll) dapat melatih berbagai aspek dari kemampuan visualisasi terhadap kurikulum Sekolah Menurut Professor Angela McFarlane, Direktur Teachers Evaluating Educational Multimedia, "guru-guru mengalami kesulitan untuk memanfaatkan game pada saat jam pelajaran sekolah karena penggunaan video game tidak termasuk dalam kurikulum nasional" McFarlane menambahkan bahwa, seandainya, game-game tertentu dapat dimainkan di dalam kelas secara legal dan merupakan bagian dari kurikulum, mungkin bukti dari penelitian para ahli tentang manfaat video game dapat dirasakan. Murid murid yang memainkan game Battle of Hasting (game perang antara Normandia dan Saxon di Hasting) , di mana mereka berperan sebagai prajurit ataupun jendral dalam game tersebut, juga memberikan manfaat bagi parapemainnya.Penelitian menunjukkan bahwa Game ini membantu meningkatkan skill dalam bernegosiasi, mengambil keputusan, ataupun melakukan perencanaan, dan berpikir strategis. James Paul Gee, penulis buku "What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacy", berharap suatu saat nanti guru-guru dapat melibatkan game dalam tugas murud-muridnya. “Kalau ilmuwan dan kalangan militer sudah memanfaatkan game sebagai simulasi dan pengajaran, kenapa sekolah tidak melakukan yang sama?” Selain itu para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika , sudah memulai proyek yang mereka namakan “Education Arcade”. Proyek ini selain melibatkan peneliti, desainer game, pelajar dan mahasiswa, serta mereka yang tertarik dalam mengembangkan dan menggunakan game-game komputer dan video game di dalam kelas. “Walaupun main game menjadi salah satu hiburan paling populer di dunia dan sudah dilakukan penelitian tentang dampak  positif dan negatifnya terhadap gamer, masih saja game sering kali diremehkan.” Itu pernyataan dari Mark Griffiths, profesor di Nottingham Trent University, Inggris. Untuk menyeimbangkan antara pro dan kontra terhadap game, selama lima belas tahun terakhir ini ia melakukan riset. Hasilnya? “Video game aman untuk sebagian besar gamer dan bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Griffiths.

Menurut Griffiths, game dapat digunakan sebagai pengalih perhatian yang ampuh bagi yang sedang menjalani perawatan yang menimbulkan rasa sakit, misalnya chemotherapy.
Dengan main game, rasa sakit dan pening mereka berkurang, tensi darahnya pun menurun, dibandingkan dengan mereka yang hanya istirahat setelah diterapi. Game juga baik untuk fisioterapi pada anak-anak yang mengalami cedera tangan. Selain itu, bermain game ternyata bisa mengurangi kepikunan pada saat menjelang berumur. “Bermain (videogame) bersama cucu sangat baik bagi para lansia. Sebab, kami tahu bahwa interaksi sosial mampu meningkatkan kemampuan daya pikir para manula,” kata peneliti yang juga profesor psikologi dari University of Illinois, Amerika Serikat, Dr Arthur F. Kramer. Dalam penelitian yang dilansir jurnal Psychology and Aging edisi Desember disebutkan, studi itu melibatkan 40 lansia sehat dengan range usia antara 60-70 tahun. Awalnya, para partisipan mengikuti beberapa variasi tes mental. Riset tersebut menunjukkan manula yang bermain videogame dengan strategi berat bisa meningkatkan skor mereka berdasarkan jumlah ujicoba daya ingat. Riset mencakup 49 manula yang secara acak ditugasi untuk main videogame, dan kelompok yang tidak ditugasi main game selama lebih dari sebulan. Kelompok main game menghabiskan waktu 23 jam untuk terlibat dalam “Rise of Nations, video game dimana para pemain berkeinginan mencapai dominasi dunia. Menguasai dunia membutuhkan setumpuk tugas berat termasuk strategi militer, membangun kota-kota, mengelola ekonomi dan memberi makan. Ketika penelitian berakhir, kemampuan mental mereka kembali diuji.
Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memainkan video game, pemain Rise of Nations menunjukkan peningkatan yang lebih besar soal cara kerja otak, ingatan jangka pendek, daya nalar, dan kemampuan berganti tugas.
Jadi manfaat dari bermain game, dapat disimpulkan dalam beberapa point sebagai berikut:

  • Bisa menjadi sarana hiburan yang menyediakan interaksi sosial.
  • Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers-gamers lainnya secara multiplayer
  • Bagi manula (lansia) , bisa mengurangi efek kepikunan.
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.
  • Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas
  • Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak cowok.
  • Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
  • Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.
  • Bisa membantu memulihkan kesehatan untuk beberapa kasus penyembuhan.





  • Fenomena yang berkaitan dengan Psikologi dan Internet.

Main Game Angry Birds Online secara Gratis
Game Angry Birds merupakan game yang sangat menarik untuk dimainkan dan pastinya akan membuat si pemain game ketagihan untuk terus memasinkannya hingga pada level terakhir. Game ini berkisah tentang sekelompok burung yang ingin mencari tahu siapa yang mencuri telur mereka. Dan salah satu Burung melihat jejak yang aneh di sekitar sarang mereka yang merupakan jejak sekelompok Babi. Untuk dapat melanjutkan level permainan kamu harus mengalahkan para Babi Pencuri dengan cara melontarkan Burung ke barisan barikade yang dibuat oleh para Babi. Game ini bersifat adiktif yang membuat para pemainnya ketagihan karena game ini mengundang sejuta penasaran.
Game ini awalnya hadir di platform mobile buatan Apple seperti iPad, iPod Touch, dan iPhone. Karena Game ini sangat populer sekali, Angry Birds mulai merambah ke platform lain seperti Symbian, Android, PSP, dan kini telah merambah ke PC/ Komputer.
Kini Angry Birds tak hanya bisa dimainkan di PC/ Komputer, namun juga bisa dimainkan secara online menggunakan browser saat kita sedang bermain internet.
Sebenarnya game Angry Birds versi online ini dirancang untuk Google Chrome, namun ternyata juga bisa dimainkan menggunakan semua browser secara gratis.

Cara Memainkan Game Angry Birds Online


  • Buka browser favorit kamu kemudian buka URL dari browser kamu: chrome.angrybirds.com  
  • Pilih kualitas layar permainan. Ada dua pilihan, SD (standar) dan HD (tinggi). Jika kamu menggunakan koneksi internet yang lebih cepat ada baiknya untuk menggunakan kualitas HD.  
  • Tunggu sampai proses loading permainan berjalan 100% kemudian silahkan menikmati permainan Angry Birds sepuasnya. 
  • Untuk memainkan game Angry Birds kamu hanya memerlukan mouse untuk mengatur kekuatan lemparan burung. Klik dan tekan mouse pada burung yang ada di ketapel, tarik, atur arah tembakan dan lepaskan. Sementara untuk melakukan zoom kamu bisa mengaturnya dengan tombol panah keatas dan tombol panah kebawah pada keyboard. 
  • Kemudian jika kamu mendiamkan game Angry Birds dalam jangka waktu tertentu maka biasanya akan muncul tampilan blank sehingga game atau gambar tidak terlihat, untuk mengembalikan tampilan permainan seperti semula, kamu bisa tekan tombol R.


Jika kamu login menggunakan akun Google, maka akan terdapat fitur-fitur tambahan yang bisa kamu mainkan. Salah satunya, kamu bisa memainkan level – level spesial yang muncul pada saat tertentu saja, seperti Level Halloween.
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Posted in | No comments
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

Blog Archive

  • ►  2013 (18)
    • ►  November (10)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
  • ▼  2012 (17)
    • ▼  November (2)
      • Final Softskill
      • Computer Supported Cooperative Work (CSCW)
    • ►  October (7)
    • ►  September (8)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile