Konsep Sehat.
Kesehatan, secara menyeluruh, mempunyai empat aspek yaitu;
a) Kesehatan fisik mencakup kesehatan dimana tubuh seseorang normal dan tidak terlihat sakit.
b) Kesehatan mental terdapat 3 komponen, yaitu pikiran, emosional, dan spiritual.
· Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir.
· Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
· Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur dan pujian serta beribadah yang berhubungan dengan Tuhannya.
c) Kesehatan sosial terwujud dari cara ia berkomunikasi dan bersosialisasi dengan individu lainnya dan saling bertenggang rasa satu sama lain.
d) Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.
Teori Kepribadian Sehat Aliran Psikoanalisa.
Freud mengembangkan teori perilaku dan pikiran mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual, dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dorongan tidak sadara yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unsconcious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.
Teori Kepribadian Sehat Aliran Behaviouristik.
Di prakarsai oleh John B Watson (1879-19580 yang lama di universitas John Hopkins.) Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokilogi dibatasi pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat di observasi.
Teori Kepribadian Sehat Aliran Humanistik.
Humanisme lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia. Pendekatan ini melihat kejadian yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanisme biasanya memfokuskan pengajarannya pada pembangunan kemampuan positif ini.
Penyesuaian diri dan Pertumbuhan.
Penyesuaian diri adalah suatu proses yang melibatkan respons-respons mental dan tingkah laku yang menyebabkan individu berusaha menanggulangi kebutuhan-kebutuhan, tegangan-tegangan, frustasi-frustasi, dan konflik-konflik batin serta menyelaraskan tuntutan-tuntutan batin ini dengan tuntutan-tuntutan yang dikenakan kepadanya oleh dunia dimana ia hidup.
Pertumbuhan kepribadian ditingkatkan oleh banyaknya minat terhadap pekerjaan dan kegemaran. Sulit menyesuaikan diri dengan baik terhadap tuntutan-tuntutan pekerjaan yang tidak menarik dan membosankan, dan segera pekerjaan itu menjadi hal yang tidak menyenangkan atau menjijikkan. Tetpi, kita memiliki cara tertentu untuk mengubah dan mengganti pekerjaan yang merangsang minat kita sehingga kita dapat memperoleh kepuasan terus-menerus dalam pekerjaan.
Stress.
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Akibat stress dikelompokkan ke dalam tiga kategori yakni akibat secara fisiologis, psikologis dan perilaku. Reaksi fisiologis tubuh terhadap perubahan-perubahan akibat stress disebut sebagai general adaption syndrome, yang terdiri dari tiga fase: Alarm reaction (reaksi peringatan), The stage of resistance (reaksi pertahanan), Stage of exhaustion (reaksi kelelahan). Menurut Hans Selya membagi stress membagi stress dalam 3 tingkatan yaitu Eustress, Distress, Optimal stress. Faktor Individual dan Sosial Penyebab Stress adalah Faktor lingkungan, Faktor organisasi, Faktor pribadi.
Macam-macam tipe stress psikologis adalah berupa tekanan, frustasi, konflik, kecemasan. Menurut Lazarus (dalam Santrock, 2003 : 566) penanganan stres atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu coping yang berfokus pada masalah (problem-focused coping), coping yang berfokus pada emosi (problem-focused coping). Pendekatan “problem solving” terhadap stress adalah dimana Kita mengatasi rasa stress itu dengan cara kita mencari penyebab stress itu sendiri (stressor) setelah kita tau penyebabnya kita harusbisa memilih mana jalan keluar terbaik untuk masalah kita,kalo perlu meminta bantuan orang lain
Hubungan Interpersonal.
Ada beberapa buah model yang dapat digunakan untuk menganalisa hubungan interpersonal (Rakhinat, 1991), meliputi; model pertukaran sosial (social exchange model), model peranan {role model). dalam memulai hubungan ada pembentukan kesan & ketertarikan interpersonal dalam memulai hubungan penyebab ketertarikan, dimulai dari awal rasa suka hingga cinta berkembang dalam hubungan yang erat meliputi aspek kedekatan, kesamaan, kesukaan timbal balik, ktertarikan fisik dan kesukaan.
Teori ketertarikan interpersonal social exchange theory menyatakan bahwa perasaan orang tentang suatu hubungan tergantung pada persepsinya mengenai hasil positif (rewards) dan ongkos (costs) hubungan, jenis hubungan yang mereka jalani, dan kesempatan mereka untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Equity Theory yaitu bahwa rewards dan costs yang mereka alami dan kontribusi yang mereka berikan dalam hubungan tersebut kira-kira seimbang dengan pihak lain. Teori ini menggambarkan bahwa hubungan yang seimbang adalah yang membahagiakan dan relatif stabil.
Hubungan Peran memiliki beberapa model peran yaitu Model bermain peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok dan model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi, berupa sikap, nilai, perasaan dan system keyakinan, dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan.
Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupad perselisihan (disagreement), adanya keteganyan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Adequancy peran & autentisitas dalam hubungan peran kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi ( ketentuan ) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
Intimacy dan hubungan pribadi kebutuhan intimacy merupakan suatu kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat, keinginan untuk selalu berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin keterikatan yang semakin kuat dan erat.
Intimacy dan pertumbuhan berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Cinta Dan Perkawinan.
Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Perkawinan adalah ikatan sosial atau ikatan perjanjian hukum antar pribadi yang membentuk hubungan kekerabatan dan yang merupakan suatu pranata dalam budaya setempat yang meresmikan hubungan antar pribadi yang biasanya intim dan seksual. Perkawinan umumnya dimulai dan diresmikan dengan upacara pernikahan. Umumnya perkawinan dijalani dengan maksud untuk membentuk keluarga. Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya.
Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Berikut ini adalah beberapa alasan yang paling umum untuk tingkat perceraian yang lebih tinggi dalam pernikahan kembali adalah Salah satu mitra yang sama dari perkawinan terakhir, Sebuah pengalaman perceraian tidak tiba-tiba mengungkapkan kesadaran khusus, Komitmen pernikahan kembali adalah kurang dari dalam pernikahan yang pertama. Alternatif selain menikah dikarenakan kehidupan melajang bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti. Bukan pula sebuah pemberontakan terhadap sebuah ikatan pernikahan. Hanya, mereka belum ketemu jodoh yang cocok untuk berbagi dalam suka dan duka serta menghabiskan waktu bersama di hari tua.
Pekerjaan Dan Waktu luang.
Mengubah sikap terhadap pekerjaan sikap (attitude) merupakan salah satu bahasan yang menarik dalam kajian psikologi, karena sikap sering di gunakan untuk meramalkan tingkah laku, baik tingkah laku perorangan, kelompok, bahkan tingkah laku suatu bangsa. Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan tertentu. Nilai pekerjaan adalah nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga yang diperlukan untuk menghasilkannya dengan pengertian bahwa alat produksi lain dihitung sebagai tenaga kerja yang menghasilkan. Carilah pekerjaan yang bisa membuat kamu senang,atau kamu senang melakukannya.
Waktu luang merupakan salah satu sumber daya terbatas yang dimiliki oleh seseorang. Seperti halnya sumber daya terbatas lainnya, maka waktu luang juga seharusnya dapat dikelola secara efektif agar menghasilkan manfaat yang berguna bagi kehidupan. Efektivitas kerja antara satu orang dengan orang lainnya tentu saja ada perbedaan. Perbedaan efektivitas kerja tersebut juga tentunya sangat tergantung terhadap pemanfaatan waktu luang yang ada.
0 comments:
Post a Comment